Cover
✍️ Amanda β€’ 20 Aug 2026

Diantara Seragam dan Rasa (puisi)

Di Antara Seragam dan Rasa Di antara seragam putih abu-abu, dan langkah-langkah kecil menuju kelas, aku menemukan sesuatu yang tak pernah diajarkan di buku pelajaranβ€” tentang bagaimana rasanya menyukai seseorang dalam diam. Kita bertemu di lorong yang setiap hari sama, di antara suara bel dan tawa teman-teman, di bawah langit pagi yang mungkin tak pernah sadar bahwa ada hati yang sedang berbunga. Aku tak tahu kapan tepatnya rasa itu tumbuh. Mungkin saat matamu tak sengaja bertemu mataku, atau ketika senyummu membuat hari Senin terasa sedikit lebih ringan. SMA ternyata bukan hanya tentang rumus, tugas, dan ujian. Ia tentang tawa yang tak direncanakan, tentang sahabat yang datang tanpa diminta, tentang guru yang kadang membuat kesal namun kelak justru paling dirindukan. Dan tentang kamuβ€” seseorang yang membuat jam istirahat terasa terlalu singkat, hari sekolah terasa terlalu indah, dan masa muda terasa ingin kuputar lebih lama. Mungkin suatu hari nanti seragam ini hanya akan menjadi kenangan, kelas ini akan dipenuhi wajah-wajah baru, dan kita akan berjalan ke arah yang berbeda. Namun jika kelak aku ditanya apa yang paling indah dari masa SMA, aku mungkin tak akan menyebut nilai, tak akan menyebut piala, ataupun prestasi. Aku akan tersenyum dan mengingat seseorang yang pernah membuatku jatuh cinta di masa ketika kita belum terlalu pandai memahami dunia, tetapi sudah cukup tahu bagaimana rasanya bahagia. Sebab mungkin, keindahan masa SMA bukan karena ia akan berlangsung selamanya, melainkan karena kita tahu suatu hari semuanya akan berakhir. Dan justru karena itu, setiap tawa menjadi berharga, setiap pertemuan menjadi cerita, dan setiap rasa yang pernah tumbuh akan menjadi halaman yang tak ingin kita hapus dari buku kehidupan.
Cover
✍️ Sutriyono β€’ 04 Aug 2026

Pentingnya Literasi Digital

Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh aktivitas, mulai dari belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga berkarya dilakukan dengan memanfaatkan perangkat digital dan internet. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak atau yang dikenal dengan literasi digital menjadi keterampilan yang wajib dimiliki oleh seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua di SMAS Wijaya Kusuma. Literasi digital bukan hanya sekadar mampu mengoperasikan komputer, laptop, atau telepon pintar. Lebih dari itu, literasi digital adalah kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi, mengolah, menciptakan, dan membagikan informasi secara tepat, aman, bertanggung jawab, serta sesuai dengan etika. Seseorang yang memiliki literasi digital yang baik mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kehidupan. Di lingkungan SMAS Wijaya Kusuma, penerapan literasi digital memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang inovatif. Berbagai platform pembelajaran, perpustakaan digital, aplikasi presentasi, video pembelajaran, hingga teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang menarik dan efektif. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya digital yang kreatif dan bermanfaat. Selain mendukung pembelajaran, literasi digital juga menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia maya. Penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan daring, perundungan siber (cyberbullying), pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan media sosial merupakan ancaman yang harus diwaspadai. Warga sekolah yang memiliki literasi digital akan lebih berhati-hati dalam menggunakan internet, mampu menjaga privasi, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas digital yang dilakukan. Guru juga memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya literasi digital kepada peserta didik. Pembelajaran yang memanfaatkan teknologi harus disertai dengan pembiasaan berpikir kritis, etika berkomunikasi, menghargai hak cipta, serta penggunaan sumber informasi yang terpercaya. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu belajar, tetapi juga menjadi media untuk membentuk karakter peserta didik yang berintegritas. Tidak kalah penting, orang tua sebagai mitra sekolah perlu ikut mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi. Komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga akan membantu menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi peserta didik. Pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai, media sosial, dan internet akan memperkuat pendidikan karakter yang diberikan di sekolah. Untuk meningkatkan literasi digital di lingkungan SMAS Wijaya Kusuma, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain: Membiasakan mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Menjaga keamanan akun dengan menggunakan kata sandi yang kuat. Menghormati privasi dan hak cipta orang lain. Menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab. Memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkolaborasi, dan berkarya. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai informasi yang diterima. Melalui budaya literasi digital yang kuat, SMAS Wijaya Kusuma dapat menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus membentuk lulusan yang memiliki kompetensi abad ke-21. Generasi yang literat digital tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta siap menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang. Pada akhirnya, literasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan bagi seluruh warga sekolah. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, warga SMAS Wijaya Kusuma dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Penutup "Literasi Digital adalah fondasi menuju generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi masa depan. Mari bersama-sama membangun budaya digital yang positif di lingkungan SMAS Wijaya Kusuma, karena teknologi akan memberikan manfaat besar apabila digunakan dengan bijaksana."
Cover
✍️ Sutriyono β€’ 24 Jul 2026

Matematika adalah Bahasa Universal

Ketika mendengar kata bahasa, yang terlintas di pikiran kita mungkin adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau bahasa daerah. Namun, tahukah kamu bahwa matematika juga merupakan sebuah bahasa? Bahkan, matematika sering disebut sebagai bahasa universal, karena dapat dipahami dan digunakan oleh siapa pun di seluruh dunia. Angka, simbol, rumus, dan grafik merupakan "kata-kata" dalam bahasa matematika. Sama seperti bahasa memiliki aturan tata bahasa, matematika juga memiliki aturan dalam operasi hitung, persamaan, dan logika. Dengan mengikuti aturan tersebut, setiap orang dapat menyampaikan ide dan menemukan solusi secara tepat. Sebagai contoh, persamaan: 2 + 3 = 5 akan memiliki arti yang sama di Indonesia, Jepang, Amerika, maupun negara lainnya. Tidak diperlukan penerjemah untuk memahami maknanya. Hal inilah yang menjadikan matematika sebagai alat komunikasi yang sangat kuat. Matematika juga membantu manusia menjelaskan berbagai fenomena di kehidupan. Ketika seorang arsitek merancang bangunan, ilmuwan meneliti alam semesta, dokter membaca hasil pemeriksaan, atau programmer membuat aplikasi, semuanya menggunakan bahasa matematika. Belajar matematika bukan hanya menghafal rumus, tetapi juga belajar berkomunikasi secara logis, berpikir kritis, dan memecahkan masalah. Semakin kita memahami bahasa matematika, semakin mudah kita memahami dunia di sekitar kita. Oleh karena itu, jangan melihat matematika sebagai pelajaran yang menakutkan. Anggaplah matematika sebagai bahasa yang membantu kita membaca, memahami, dan menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguasai bahasa matematika, kita memiliki kemampuan untuk berpikir lebih sistematis, mengambil keputusan berdasarkan data, dan menghadapi tantangan di masa depan. "Matematika bukan sekadar kumpulan angka dan rumus, tetapi bahasa yang digunakan untuk memahami alam semesta." – Galileo Galilei Refleksi Mengapa matematika disebut sebagai bahasa universal? Sebutkan tiga profesi yang menggunakan matematika sebagai alat komunikasi. Bagaimana kemampuan memahami matematika dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari? Pesan Literasi "Belajar matematika berarti belajar memahami bahasa logika. Semakin kita fasih berbahasa matematika, semakin luas pula cara kita memahami dunia."
✍️ Siti Nurhaliza (Siswa XI IPA) β€’ 24 Jul 2026

Resensi Buku: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Buku Laskar Pelangi mengisahkan tentang perjuangan sepuluh anak di Belitung dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Karya ini sangat menginspirasi kita sebagai generasi muda untuk tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.